Pentingnya Musik bagi Kecerdasan Anak (1)

Pentingnya Musik bagi Kecerdasan Anak (1)Seorang ibu menanyakan tentang manfaat musik bagi anak. Apakah benar anggapan yang mengatakan, kalau anak selalu diperdengarkan musik sejak di dalam kandungan akan menjadi anak yang cerdas di kemudian hari? Hal ini menggugah kita semua untuk dapat mengkajinya lebih lanjut.

Kita tahu, setiap orangtua tentu menginginkan anak yang cerdas dan tidak mengalami hambatan dalam perkembangan, terutama perkembangan kognitif dan emosionalnya. Selain diharapkan menjadi anak yang cerdas, ia juga diharapkan dapat mengelola emosinya dengan baik, sehingga memiliki kematangan emosional dan sosial yang baik pula. Hal ini akan menjadi bekal hidupnya untuk dapat menghadapi tantangan zaman.

Untuk mendapatkan itu semua, tidak hanya diperlukan gizi yang cukup tetapi juga stimulasi yang dilakukan semenjak anak masih dalam kandungan. Salah satu di antaranya adalah suara ibu dan musik, terutama musik klasik, berdasar penelitian yang dilakukan Alfred Tomatis, seorang ahli pendidikan dari Perancis. Jadi, mendengarkan musik sebenarnya merupakan bagian dari beberapa stimulasi yang biasanya diberikan ibu hamil kepada janin di dalam kandungan.

Penelitian tersebut menunjukkan, suara ibu dan musik klasik dapat merangsang otak sehingga menimbulkan gerakan motorik tertentu pada janin. Ketukan irama musik juga dapat merangsang kepandaian anak dalam penguasaan bidang matematika. Musik ini dapat merangsang bayi karena komposisi suara atau beragam alat musik yang tergabung di dalamnya. Stimulasi musik, terutama musik klasik, bisa mulai diberikan sejak janin berusia empat bulan, karena pada masa ini janin menjalani proses pembentukan sel-sel otak. Pada usia tersebut, janin diperkirakan sudah mampu memberikan respons terhadap suara. Stimulasi musik ini sebaiknya dilakukan setiap hari, minimal setengah jam, dan bisa didengarkan sambil ‘si ibu’ tetap melakukan kegiatan lain. Ini tentulah sangat penting karena masa tumbuh kembang otak yang paling pesat terjadi pada awal kehamilan hingga bayi berusia tiga tahun.

Musik alamiah yang pertama kali didengarkan oleh janin dalam kandungan adalah detak jantung ibu. Kita tahu bahwa detak jantung ini merupakan irama yang paling ampuh untuk menenangkan dan memberi kenyamanan bagi janin. Penelitian lain menyebutkan bahwa musik berirama cepat dapat memberi efek yang positif bagi bayi. Semakin tua kehamilan, respons janin terhadap musik akan terlihat dari gerakan yang dilakukannya. Musik yang berirama cepat akan membuat janin bergerak lebih aktif, sedangkan irama yang lebih lambat membuat gerakan bayi lebih tenang. Anak yang sejak dalam kandungan telah diperdengarkan musik, akan memperlihatkan perkembangan bahasa dan memori yang lebih pesat sejak kanak-kanak. Hal ini karena dipicu oleh elemen musik, yaitu frekuensi, intensitas, dan irama, yang tidak lain merupakan elemen bahasa.

Untuk mengetahui mengapa alunan musik berpengaruh pada kecerdasan anak, kita perlu sedikit mengenal tentang musik itu sendiri. Musik memiliki tiga bagian penting, yaitu ketukan, ritme, dan harmoni. Kombinasi ketiganya akan menghasilkan musik yang enak untuk dinikmati, dan musik yang baik adalah yang menyelaraskan ketiganya. Di dalam otak manusia, terdapat reseptor (sinyal penerima) yang bisa mengenali musik. Otak bayi sudah bisa menerima musik meski dengan kemampuan terbatas. Dikatakan juga bahwa selain dapat meningkatkan kemampuan kognitif secara optimal, musik juga membangun kecerdasan emosional, meningkatkan perkembangan motorik, meningkatkan kemampuan berbahasa, matematika, sekaligus kemampuan sosialnya, dan membangun rasa percaya diri.

Sekarang, kita semakin menyadari bahwa alunan musik memberikan manfaat, bahkan sejak janin di dalam kandungan, karena dapat merangsang peningkatan jumlah sel-sel otak. Setelah lahir, rangsangan musik dapat memicu percabangan sel-sel otak, melatih konsentrasi, dan mengasah daya nalar. Mulai usia sepuluh minggu, janin sudah bisa mendengar suara-suara dari tubuh ibunya, seperti detak jantung dan aliran darah, bahkan belaian pada perut ibu. Kemudian, sekitar usia enam belas minggu, janin mulai bisa mendengar suara-suara dari luar tubuh ibu.

Nah, bermula dari situlah janin belajar untuk lebih jauh lagi mengenal berbagai suara lainnya. Kita bisa membuktikannya dengan mengajak janin bicara ataupun memperdengarkan musik apa saja. Sebagai reaksi, ia akan bergerak-gerak yang menandakan otaknya dapat menerima rangsangan dari luar. Pada tahun pertama, otak berkembang sangat cepat, dan peranan musik pada tahapan ini adalah sebagai stimulasi yang dapat mengoptimalkan perkembangan intelektual dan emosional.

Tetapi, musik yang seperti apa yang dapat berpengaruh positif pada perkembangan anak sejak dalam kandungan? Musik klasik, misalnya karya-karya Mozart, mempunyai efek stimulasi yang baik bagi bayi. Tetapi, penelitian lain mengungkapkan, sesungguhnya bukan hanya musik karya Mozart yang dapat digunakan. Semua musik berirama tenang dan mengalun lembut memberi efek yang baik bagi janin, bayi, dan anak. Hanya saja musik klasik sudah diteliti secara ilmiah dan terbukti dapat meningkatkan kecerdasan anak. Bila kita rajin memperdengarkan musik klasik pada janin, akan memberikan efek keseimbangan emosi dan ketenangan. Setelah lahir, ia akan tumbuh menjadi anak yang tidak cengeng dan mudah berkonsentrasi.

Bagi ibu hamil, musik klasik dikatakan mampu menjauhkannya dari stres selama mengandung. Perlu diingat, stres yang tidak dikelola dengan baik akan berdampak buruk bagi ibu dan janin. Stres pada wanita hamil akan meningkatkan kadar rennin angiotensin, yang memang sudah meningkat pada saat mengandung, sehingga akan menghambat proses sirkulasi dalam rahim menuju plasenta hingga pada janin. Penurunan sirkulasi ini menyebabkan pasokan nutrisi dan oksigen kepada janin berkurang. Memang tidak semua ibu hamil menyukai musik klasik. Karena itu, kemungkinan musik jenis lain juga dapat dipergunakan, meskipun belum terbukti secara kuat. Namun, bila didengarkan secara berulang-ulang, maka sisi keindahan musik klasik akan dapat dinikmati.

Diakui, tidak harus selalu memperdengarkan musik klasik kepada bayi atau anak-anak. Musik klasik umumnya digunakan karena mengingat dasar-dasarnya menyerupai ritme denyut nadi manusia. Musik kategori ini lebih dimungkinkan untuk masuk dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia.

Dengarkanlah musik secara rutin sehingga tidak memberikan stimulus berlebihan (secara umum sudah menjadi kebiasaan) terhadap janin atau anak, juga dengan suara yang tidak terlalu keras karena akan dapat menyakitkan dan mengejutkan bayi. Yang perlu kita sadari, saat memutuskan untuk memperdengarkan musik pada janin adalah karena kita (si ibu) menikmatinya dan memberi ketenangan, bukan karena mencoba membuat janin lebih pandai dan kreatif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s