Teknologi Semakin Canggih, Modus Kejahatan Semakin Canggih Pula

Ilustrasi kejahatan dunia maya

Ilustrasi kejahatan dunia maya

Dari jaman prasejarah kejahatan telah ada. Meskipun di tempat yang dikatakan suci seperti masjid dan mushola kejahatan tetap ada. Pelaku kejahatan tidak hanya orang dewasa saja, namun juga anak-anak yang masih di bawah umur pun sudah ada yang melakukan kejahatan.

Jika pada jaman dahulu modus kejahatan tergolong klasik, maka jaman sekarang modus kejahatan beragam bentuknya. Dari dulu sampai sekarang motif kejahatan hampir sama. Kebanyakan pelaku kejahatan mempunyai motif ekonomi, dendam, dan sebagainya.

Pelaku kejahatan pada jaman dahulu menggunakan peralatan seadanya. Peralatan yang digunakan oleh pelaku masih tradisional. Pada saat ini meskipun cara tersebut sudah banyak ditinggalkan, namun sebagian pelaku masih menggunakannya. Berbeda dengan pelaku pada jaman sekarang yang menggunakan peralatan serba canggih. Ini dikarenakan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Berbagai modus dan motif kejahatan semakin beragam dan tak jarang susah untuk ditebak dan dikenali.

Kejahatan terjadi karena adanya kesempatan. Kesempatan ini terjadi bisa dikarena dari pihak korban maupun teknologi yang membuat pelaku bisa beraksi. Secanggih apapun teknologi yang dibuat oleh manusia pasti ada celah kelemahannya. Kelemahan inilah yang dimanfaatkan oleh pelaku, meskipun peluangnya kecil sekali.

Kejahatan dengan teknologi selular

Kejahatan melalui teknologi selular saat ini makin marak terjadi di Indonesia. Kejahatan ini terjadi melalui pesan singkat atau SMS yang yang paling banyak. Berbagai modus kejahatan melalui SMS sudah banyak memakan korban. Korban tidak hanya orang yang buta mengenai teknologi dan informasi melainkan juga orang yang sangat paham terhadap teknologi juga menjadi korban. Tak tanggung-tanggung pelaku sering kali menipu korbannya sampai puluhan juta rupiah. Mulai dari motif meminta korban untuk transfer pulsa sampai undian berhadiah. Motif dari kejahatan ini adalah ekonomi. Kejahatan ini susah untuk diberantas karena melibatkan sebuah jaringan yang terorganisir secara rapi.

Selain melalui SMS, modus kejahatan dengan menggunakan teknologi selular ini juga sering terjadi melalui panggilan atau telepon. Modusnya juga beragam. Modus menelpon dengan pura-pura dari sebuah perusahaan yang menyelenggarakan undian untuk memenangkan suatu hadiah sering terjadi. Pelaku menelpon calon korban jika calon korban mendapatkan hadiah uang atau barang seperti mobil. Korban disuruh mentransfer sejumlah uang dengan pura-pura untuk pajak pemenang. Modus lain korban ditelpon oleh pelaku jika ada salah satu anggota keluarganya terjerat narkoba, korban disuruh mentransfer sampai puluhan juta rupiah untuk menyogok polisi supaya kasusnya tidak dilanjutkan ke meja hijau. Terdapat pula modus menelon korban memberi tahu nomor baru, keesokan harinya baru melakukan aksi kejahatan dengan berbagai alasan untuk mengeruk rupiah dari korbannya.

Maraknya kejahatan melalui selular tak luput dari sistem yang kurang baik pada keamanannya. Kebanyakan pelaku kejahatan ini menggunakan kartu prabayar. Untuk pengguna kartu pasca bayar tidak terjadi kejahatan. Kenapa kartu prabayar yang sering dijadikan untuk melakukan kenajahatan dan bukan kartu pascabayar?

Kelemahan di Indonesia kartu prabayar mudah sekali didapatkan. Hanya dengan seribu rupiah saja orang dapat menggunakan kartu ini. Tidak hanya dari operator tertentu saja, hampir semua operator. Bahkan karena persaingan yang kurang sehat tak jarang kartu prabayar dibagi-bagikan secara gratis dengan menukar kartu prabayar dari operator pesaingnya. Meskipun pihak Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) telah memperlakukan setiap kartu prabayar harus diregistrasi, namun itu hanya isapan jempol belaka. Nama, nomor identitas, dan alamat pengguna kartu dapat dipalsukan dengan mudah. Ini membuat para pelaku kejahatan susah dibekuk jika kartu tidak dalam kondisi aktif.

Seharusnya Kominfo memberlakukan sistem yang sama untuk kartu prabayar dan pascabayar. Pemberlakukan yang sama ini semua pelanggan harus meregistrasi kartunya di kantor operator dengan menggunakan identitas yang masih berlaku seperti KTP, SIM, atau paspor. Kartu identitas pelanggan difoto kopi dan dijadikan dokumen di kantor operator yang bersangkutan. Jika registrasi tidak menggunakan identitas resmi, maka tidak berlaku. Apa lagi dengan adanya e-KTP seorang penduduk hanya mempunyai satu KTP. Jika pelanggan masih anak-anak atau pelajar yang belum mempunyai KTP hendaknya jangan menggunakan kartu pelajar. Ini juga rawan disalahgunakan. Ia harus meregistrasi atas nama orang tuanya, baru setelah mempunyai KTP sendiri identitas bisa diganti juga ke kantor operator.

Selama ini yang harus megistrasi ke kantor operator hanya kartu pascabayar saja. Seharusnya nomor identitas pada kartu legal, bukan yang selama ini asal diisi kartu bisa digunakan. Jika tidak menggunakan KTP atau SIM atau paspor maka kartu tidak bisa diregistrasi. Dengan demikian kartu tidak bisa digunakan. Keuntungan bagi operator tidak banyak mengeluarkan nomor yang habis pulsa dibuang. Ini hanya merugikan operator. Dengan demikian kejahatan melalui selular dapat diminimalkan, bahkan dihilangkan karena jika seseorang akan melakukan kejahatan melalui selular pasti akan tertangkap. Jika seseorang kehilangan ponsel hendaknya pihak operator memberikan layanan nomor pusat (contact center) gratis (tool free) kepada konsumennya, sehingga kartu mudah diblokir untuk menghindari penyalahgunaan.

Kejahatan di dunia perbankan

Modus kejahatan di dunia perbankan juga terjadi dengan teknologi canggih. Pelakunya adalah orang dalam atau pegawai bank tersebut. Pelaku memanipulasi data seolah-olah nasabah mentransfer atau mengambil dananya. Tanpa sepengetahuan nasabah, pelaku mentransfer ke rekening tertentu sejumlah uang dari berbagai rekening nasabah.

Kebanyakan nasabah yang menjadi korban adalah nasabah kelas kakap. Nasabah kurang waspada pada saldo dananya. Ini terjadi karena nasabah tidak sering mengecek saldonya. Kesempatan ini digunakan oleh pegawai bank yang nakal untuk melakukan aksi kejahatannya. Jadi jika Anda mempunyai rekening di bank, apa lagi jika dana Anda sangat besar puluhan juta sampai milyaran baik dalam bentuk tabungan, giro, maupun deposito sering-seringlah menanyakan saldo Anda ke pihak bank. Paling tidak tiga bulan sekali, jika perlu tiap bulan. Apa lagi jika Anda mempunyai tabungan dalam jumlah besar dan Anda sudah lama tidak menyetor tabungan. Ini bisa menjadi santapan empuk bagi pegawai bank yang tidak bertanggung jawab.

Modus kejahatan yang lain di dunia perbankan adalah melalui internet banking. Pelaku mencuri data-data tentang nasabah misal nomor kartu ATM, nomor rekening, serta nomor PIN. Setelah itu pelaku dapat menghabiskan uang nasabah hanya dalam hitungan detik saja. Jadi jangan sampai data-data tersebut Anda sampaikan ke orang lain. Jangan menyimpan nomor PIN di catatan ponsel atau diberi tahu ke orang lain. Ini rawan sekali terhadap kejahatan.

Kejahatan perpaduan antara perbankan dan selular juga sering terjadi. Pelaku memandu korban ke ATM untuk mentransfer sejumlah uang. Kejahatan ini sudah merambah ke berbagai kalangan yang menjadi korbannya.

Kejahatan Cyber Crime

Kejahatan ini adalah kejahatan di dunia maya atau internet. Kejahatan melalui internet juga bisa terjadi pada perbankan seperti pada internet banking. Kejahatan ini susah untuk diberantas karena melibatkan suatu jaringan yang rapi, terorganisir dan tentunya tempat yang susah untuk dikenali. Banyak pelaku cyber crime berada di luar negeri.

Sifat dunia maya yang hanya diketahui pada komputer atau ponsel pintar membuat kejahatan ini susah dilacak. Pelaku bisa saja mengganti IP address luar negeri sehingga tidak dikenali atau susah dilacak.

Cyber crime mengincar korban dari mengirim email spam sampai membuat virus yang nantinya melemahkan bahkan mematikan sistem komputer yang dipakai korban.

Pelaku yang umumnya anak muda sebenarnya mempunyai kemampuan yang diperhitungkan di dunia IT. Namun karena kurang adanya bimbingan yang baik membuat pelaku semakin melakukan aksinya. Tak tanggung-tanggung pelaku meretas berbagai situs penting. Situ-situs yang diretas antara lain situs pelayanan publik seperti e-KTP sampai situs Presiden. Pelaku telah mengetahui kelemahan dari program pada situs-situs tersebut.

Kejahatan melalui jejaring sosial juga terjadi. Facebook adalah yang paling sering. Kejahatan ini terjadi karena akun pada pengguna facebook tidak sesuai dengan yang semestinya. Pelaku memalsukan data seperti nama, usia, foto, dan lain-lain. Pelaku menggunakan facebook untuk berkenalan kepada korban kemudian menganjaknya bertemu di dunia nyata (kopi darat). Sering korbannya adalah perempuan. Kejahatan seksual seperti pencabulan dan pemerkosaan sering dialami karena facebook ini. Selain itu juga penculikan dengan modus penipuan dan pemerasan juga ada.

Beberapa pennguna facebook adalah anak-anak yang belum cukup umur. Meskipun pihak facebook membolehkan membuat akun dengan umur minimal 13 tahun, namun sering pengguna akun memalsukan identitas umurnya menjadi lebih tua.

Orang tua sebaiknya selalu waspada terhadap kejahatan yang mengintai anaknya melalui facebook ini. Caranya orang tua hendaknya menjadi teman pada akun facebook anaknya. Jadi orang tua dapat mengontrol anaknya. Misal anak mengunggah foto atau video apa juga membuat status apa orang tua akan mengetahuinya. Selain itu anak mempunyai teman siapa saja hendaknya orang tua juga harus mengetahuinya. Yang terpenting adalah memberikan pengertian pada anaknya bahwa ia harus menggunakan situs pertemanan ini dengan bijak. Jangan mudah mengkonfirmasi orang yang tidak dikenal ingin menjadi temannya. Selidiki terlebih dahulu melalui profilenya. Jika tidak jelas jangan dikonfirmasi.

Jika Anda ingin mendapatkan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik link halaman (page) facebook berikut kemudian beri jempolkan Anda (like):

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s