Aransemen lagu yang bagus terdiri dari 5 elemen

Contoh aransemen lagu yang bagus sebenarnya memiliki jumlah elemen yang terbatas. Hanya ada sejumlah tertentu instrumen yang berbunyi pada satu saat yang sama.

Yang dimaksud elemen bisa berupa instrumen tunggal seperti lead guitar atau vokal. Elemen bisa juga terdiri dari sebuah kelompok instrumen seperti bass dan drum, gitar yang di-dobel, kelompok backing vocal, dan sebagainya.

Umumnya, satu grup instrumen yang memainkan irama yang sama disebut sebagai satu elemen. Contohnya: gitar melodi dan vokal adalah satu elemen yang sama. Begitu juga halnya vokal yang ditambah dengan harmoni vokal disebut elemen yang sama.

Namun, dua gitar melodi yang memainkan melodi yang berbeda tidak disebut sebagai satu elemen. Begitu juga halnya lead guitar dan rhythm guitar adalah dua elemen yang terpisah.

Setelah Anda memahami apa itu elemen, Anda bisa mulai membuat aransemen dengan kelima elemen aransemen musik berikut.

1. Buat fondasi yang kuat dengan drum dan bass

Fondasi adalah dasar atau tulang punggung sebuah lagu. Instrumen yang termasuk fondasi biasanya adalah bass dan drum. Instrumen lain yang bisa termasuk fondasi adalah rhythm guitar atau keyboard jika kedua instrumen ini memainkan irama yang sama dengan rhythm section.

Contoh aransemen lagu seperti ini adalah untuk power trio, yaitu band yang terdiri dari satu drum, satu bass, dan satu gitar. Dalam formasi ini, bagian fondasi hanya dimainkan oleh drum sementara bass memainkan bagian yang lain agar suara bandnya lebih penuh.

2. Tambahkan pad untuk sound nge-block

Sebuah pad adalah not atau kord panjang yang ditahan. Pada masa sebelum ada synthesizer, Hammond Organ sering dipakai sebagai sound untuk pad, yaitu sound yang dimainkan secara nge-block. Fender Rhodes juga menjadi instrumen favorit untuk memainkan sound pad.

Namun, pada masa sekarang sebagian besar sound pad dihasilkan oleh synthesizer. Selain synthesizer, biola atau gitar elektrik bisa juga membuat sound pad.

Dalam contoh aransemen lagu yang bagus, biasanya sound pad ini yang memainkan bagian harmoni (progresi kord) sebuah lagu.

3. Buat bagian ritme yang seru

Rhythm atau ritme adalah instrumen yang bermain counter terhadap elemen fondasi. Maksudnya counter adalah elemen ritme “membalas” apa yang dimainkan elemen fondasi.

Contoh aransemen lagu ini bisa berupa shaker atau tamborin yang dimainkan secara double time (seakan-akan temponya dua kali lipat). Contoh lainnya termasuk gitar yang digenjreng pada back beat (tempo hitungan 2 dan 4), dan conga yang memainkan irama Latin.

Elemen ritme ini sangat penting untuk menambah excitement atau keasyikan sebuah lagu.

4. Masukkan elemen lead yang dominan

Yang termasuk elemen lead adalah vokal, atau instrumen solo. Biasanya elemen lead ini adalah yang paling dominan ketika dia ada.

Fungsi elemen lead adalah memainkan melodi. Melodi inilah yang diingat dan disenandungkan oleh para pendengar Anda.

5. Buat aransemen Anda lebih berisi dengan Fills

Fills atau isian biasanya terjadi di ruang antara pergerakan melodi instrumen lead. Fill ini bisa Anda anggap sebagai “jawaban” melodi yang dimainkan elemen lead.

Fills ini bisa dimainkan oleh gitar elektrik atau backing vocal yang membalas vokal utama.

Batasi penggunaan elemen dalam aransemen Anda

Sebagian besar aransemen memiliki kelima elemen ini. Namun, jarang ada aransemen yang menghadirkan kelima elemen ini semuanya pada saat yang bersamaan. Bila ada lebih dari lima elemen, pendengar akan bingung mendengar lagu Anda karena terlalu ramai bunyinya.

Kesimpulan tips contoh aransemen lagu yang bagus di atas adalah:

  1. Usahakan agar aransemen Anda hanya memiliki maksimal empat dari kelima elemen diatas yang berbunyi bersamaan
  2. Elemen yang biasanya selalu ada adalah fondasi (seperti drum dan bass), dan lead (seperti vokal)
  3. Elemen-elemen yang lain bisa Anda keluarkan dan masukkan pada saat-saat tertentu untuk membuat aransemen Anda lebih hidup
  4. Buatlah aransemen yang semakin lama semakin meningkat. Contohnya, aransemen pada bagian Verse lebih sepi dibanding bagian Chorus. Untuk membuat Chorus lebih ramai, Anda bisa menambahkan elemen ritme atau fills.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s